Eksotisnya Wakatobi

Wednesday, December 12, 2012

"Wakatobi merupakan tempat menyelam paling indah di dunia" kata Jacques Costeau yang merupakan seorang jurnalis selam dunia.

Di mana letak Wakatobi dan mengapa Jacques Costeau sampai mengklaim Wakatobi sebagai tempat menyelam paling indah di dunia? Mungkin itulah pertanyaan kalian ketika membaca atau mendengar kalimat Jacques di atas.
Sebenarnya Wakatobi merupakan nama sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kabupaten tersebut terdiri dari 4 pulau utama yang terdiri dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Jadi, Wakatobi merupakan singkatan dari keempat pulau tersebut. Nah, di Wakatobi inilah terdapat sebuah taman laut bernama Taman Nasional Wakatobi.



Taman nasional yang memiliki total area 1, 39 juta hektar ini sangat kaya akan spesies koral, yakni terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia.Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti Angsa-Batu Coklat (Sula leucogaster plotus), Cerek Melayu (Charadrius peronii) dan Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) bersarang. Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Selain itu, lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili tinggal di sana. Sebanyak 93 jenis ikan seperti (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain ada di sana. Keberadaan 25 buah gugsan terumbu karang semakin mempercantik keadaan bawah laut Wakatobi. Untuk bisa melihat keindahan bawah laut wakatobi, kalian bisa snorkeling atau diving. Di sana tersedia tempat penyewaan peralatan snorkeling dan diving.




Selain snorkeling dan diving atau berenang, kalian juga bisa melakukan berbagai aktivitas lain seperti berjalan atau bermain di pantai dan juga berkemah karena daerah pantai atau daratannya pun tak kalah indah dan eksotis. Pantai dengan pasir putih, air laut yang jernih, sunset yang terlihat dari tepi pulau, reruntuhan sejarah seperti benteng-benteng kuno dan meriam yang tersebar di empat pulau utama akan membuat kalian betah berlibur di Wakatobi. Bahkan kalian bisa berwisata budaya dengan berinteraksi dengan suku asli yang dikenal dengan suku Bajau. Menurut catatan penjelajah Cina dan Eropa kuno, mengatakan bahwa manusia perahu adalah manusia yang mampu mengeksplorasi Johor, Singapura, Sulawesi dan Kepulauan Sulu. Dari keseluruhan manusia perahu di Asia Tenggara yang masih memiliki kebudayaan perahu tradisional adalah suku Bajau. Menyelami kehidupan sehari-hari mereka yang menarik dan unik, terutama keahlian menyelam ke dasar laut tanpa peralatan untuk menombak ikan.
Satu hal lagi yang tak boleh dilewatkan di Wakatobi yakni wisata kuliner.  Selain aneka seafood, di sana kalian bisa mencoba makanan khas Wakatobi seperti Paria (sayur paria yang diisi dengan ikan), Tombole (tepung ubi kayu di campur dengan kelapa parut di bungkus daun pisang lalu di bakar dengan batu yang panas), Kasouami (terbuat dari singkong), Barongko (berbahan dasar pisang yang di kukus dengan  daun pisang).
Nah, asik bukan? Untuk menuju Wakatobi  kalian bisa menggunakan pesawat dari Jakarta menuju Wakatobi dengan tujuan Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal langsung ke Wanci di Pulau Wangi-Wangi. Wanci merupakan pintu gerbang pertama memasuki kawasan Taman Nasional Wakatobi. Kapal reguler menuju Pulau Wangi-Wangi berangkat tiap pagi pukul 10 dan akan tiba di tujuan sekitar 10 sampai 12 jam kemudian. Dari Wangi-Wangi, perjalanan ke pulau-pulau lain bisa ditempuh dengan perahu-perahu sewaan atau perahu reguler yang sederhana, tetapi cukup aman.


0 comments: